Postingan

Tersenyumlah Untukku Ayah

Gambar
Ayah apa kabarmu di surga sana?. Semoga engkau baik-baik saja disana. Ayah, tahu kan engkau?. Beberapa hari lagi hari kelulusanku menjadi seorang Sarjana Teknik. Apa kau bahagia?. Apa kau bangga?. Ku harap engkau bahagia dan bangga terhadap putrimu ini. Berharap engkau bisa melihatku secara langsung di podium saat tanda kelulusan dipasangkan oleh Rektor. Tapi kau telah menghadap Allah, dan putrimu ini harus ikhlas dan mengerti.  Ayah, meskipun kau tidak datang di hari kelulusanku. Tapi aku tau engkau melihatku dan tersenyum bahagia di surga sana. Ayah, aku berhasil. Aku telah berhasil menyelesaikannya. Aku telah berhasil memenuhi amanahmu untuk menjadi seorang sarjana. Bahkan nilai Tugas Akhirku sangat memuaskan. Bahkan juga index prestasiku berhasil cumlaude . Kau pasti bangga terhadaap putrimu ini kan yah. Setiap hari aku belajar. Setiap hari aku berfokus pada studiku. Aku tak bisa mengecewakan ibu dan tentunya kau. Hingga aku mengabaikaan masa remajaku dimana anak-anak la...

Ibuku Pahlawanku

Gambar
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. Dear ibuku tercinta, Ibu kau wanita terhebat yang pernah aku temui. Dalam diam kau menyimpan seribu masalah. Dalam senyum kau menyimpan luka. Dengan tegarmu kau selalu menyembunyikan hal-hal yang tak ku ketahui. Ya, sesuatu yang mungkin bagiku sangat berat untuk dihadapi. Tapi, bagimu menunjukkn masalah yang ada bukanlah dirimu sebenarnya. Sebagai anak terkadang aku tidak sepeka itu ketika ibu menghadaapi masalah. Namun kau akan menyikapi santai. Bahkan tak ada perasaan sedih atau cemas sedikitpun diraut wajahmu. Aku sangat tahu, ketika ibu merasa bingung, kecewa dan sedih. Namun dihadapanku dan saudara-saudaraku kau tak mampu mengutarakan perasaan itu. Ibu kaulah permata hatiku. Di dalam jiwaku saat ini hanya terisi oleh cintamu. Dalam pikirku terisi oleh bayanganmu. Bagiku kebahagiaanmu akan menjadi hal terbaik yang aku inginkan. Ibuku sayang, terimakasih kau telah membesarkanku selama 22 tahun ini. Ibu tidak pernah mengeluh sed...

Merindukan Melalui Doa Hingga Ridho-Nya Mendekatkan Kita

Gambar
Untukmu calon imamku yang kelak akan mendampingiku mengarungi mahligai hidup ini. Aku tahu aku tak secantik wajh dan suara  raisa . Aku tahu tak secerdas Dian Sastro atau Cinta Laura dengan segudang ilmu dan berasal dari universitas ternama. Dan aku tahu, aku ilmu agamaku tidak seluas ilmu agama seperti Oki Setiana Dewi. Namun, aku ialah gadis biasa dengan segundang mimpi. Aku adalah gadis yang bisa saja bahkan dibawah standar yang bermodalkan "keyakinan". Dengan tekad dan  niat baik aku mampu bertahn hingga sekarang. Terkadang aku berangan-angan suatu saat aku bertemu denganmu. Dan itu pasti akan terjadi entah kapan Allah SWT yang akan mengaturnya. Tahukah kau?. Aku merindukanmu melalui doaku. Aku tidak bisa melakukan apapun selain hanya berdoa dan mengutarakan perasaan rinduku kepadamu. Aku hanya bisa  mengatakan kepada-Nya bahwa aku ingin segera dipertemukan denganmu. Setiap doaku teriring supaya kau selalu mentaatkan dirimu kepada Allah. Di dalam doaku juga aku...

Jauh Dimata Doa di Hati

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. Dear calon imamku, Tiap hari ujian bagiku. Ujian saat aku belum menemukanmu. Ujian itu datangnya bisa dari orang terdekat kita seperti teman kampus, sauara, kakak bahkan orang tuaku. Mereka mengatakan jika aku terlalu tinggi menetapkan standar untuk menjalin hubungan dengan seorang laki-laki. Itu semua tidak benar. Kau tahu?. Sejak aku berprinsip untuk tidak melakukan hubungan yang tak halal, aku tidak ingin membuka hati untuk sembarang orang. Bagiku, cinta sejati ialah cinta untuk pertama kalinya diberikan dan terakhir kali kepada seseorang yang dirihoi oleh Allah SWT. Maka dari itu sampai sekarang aku belum bisa membuka hati kepada siapapun itu meski beberapa orang ingin mendekat kepadaku. Ada keyakinan yang tak bisa aku gambarkan. Keyakinan itu amatlah kuat sehingga saat mereka mendekat kepadaku. Aku membatasi dan menjaga jarak agar tak menyakiti mereka. Hatiku berkeyakinan kalau kau sedang menungguku di luar sana. Meskipun ...

Ku Tunggu Kau dengan Sabarku

Assalamu'alaikun warahmatullahi wabarakatu. Dear calon imamku, Tahukah engkau?. Setiap hari aku menunggu waktu itu. Waktu dimana aku dan kau dipertemukan di waktu yang tepat dan benar. Waktu yang indah itu sesungguhnya telah diatur atau diskenario oleh Allah SWT. Tahukah kau?. Setiap sujud ku panjatkan doa terbaikku untukmu. Berharap kau kelak menjadi imam dan pemimpin keluarga kecil kita bahkan bagiku kau adalah partner hidupku kelak.  Saat ini aku hanya bisa menjaga diriku untukmu. Menjaga kehormatan layaknya seorang puteri yang senantiasa menjaga harga dirinya. Layaknya seorang puteri yang tak mau disetuh oleh sembarang orang. Hatiku tak pernah terbuka untuk sembarang orang. Karena bagiku akan datang waktu yang tepat saat ku buka hati tentunya untuk orang yang tepat pula. Meskipun aku bukan Siti Khodijah yang sempurna bagi muhammad. Tapi aku berusaha keras untuk meniru Khodijah agar kelak aku bisa membaktikan diriku kepadamu dan kepada keluarga kecil kita.  Banyak da...

Pelukan Terakhir Dari Ayah Yang Kini Telah Berada Di Surga Sana

Gambar
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu... Hallo blogger lovers, perkenalkan namaku yeslida islamiyah. Teman-temanku sering memanggil dengan panggilan yesi atau lebih sering dipanggil dengan nama jejes. Kali ini aku membagi sebuah kisah yang mana aku berharap bagi anak-anak di dunia khususnya di indonesia supaya tidak mengulangi salah yang sama. Kisah itu terjadi saat musim panas 2007 lalu. Siang itu saat usiaku masih berumur 15 tahun  aku dikejutkan dengan berita ayah yang akan pulang ke rumah hari itu. Siang itu begitu terik, namun semangatku untuk  bermain sangat tinggi. Saat itu umurku masih 15 tahun, dipikiranku hanya ada bermain-bermain, bereksperimen dan selalu mencari tahu apa yang ingin aku tahu. Hingga siang itu aku menyudahi bermainku dan pulang untuk sekedar santap siang.                   Setibanya di rumah ibu memberi tahukan bahwa ayah akan pulang ke rumah. Ya, begitulah beritanya. Ayah divonis mengid...

Bintang Hatiku

Gambar
Bintang Hatiku “Assalamualaikum. Aura....”, salam tiap pagi selalu ada menyapa Aura.  Setiap pagi Tito selalu  berangkat sekolah bersama Aura sahabatnya. Tito merupakan sahabat Aura sejak kecil. Mereka selalu satu sekolah. Di mana ada Aura pasti di situ pasti ada Tito. Rumah mereka berdua berdampingan sehingga mereka selalu berangkat dan pulang  sekolah bersama . “ Walaikum salam. Eh, Tito udah datang. Mau berangkat sekolah sama Aura yah”, suara Bunda Aura muncul dari ruang makan. “  Iya, tante Tito mau berangkat bareng Aura. Auranya sudah siap tante?”, ujar Tito sembari menyalami Bunda. “ sebentar lagi Aura siap kok, tadi Aura lagi nyiapin buku yang mau dibawa. Tito udah sarapan belum?, ayo masuk”, pinta Bunda sembari menarik Tito masuk ke dalam rumah. “ Udah kok tante”.             Tito menunggu Aura di ruang tamu. Sembari menunggu ia membaca sebuah koran yang tersedia di ruang tamu. Bebera...