Tersenyumlah Untukku Ayah

Ayah apa kabarmu di surga sana?.
Semoga engkau baik-baik saja disana. Ayah, tahu kan engkau?. Beberapa hari lagi hari kelulusanku menjadi seorang Sarjana Teknik. Apa kau bahagia?. Apa kau bangga?. Ku harap engkau bahagia dan bangga terhadap putrimu ini. Berharap engkau bisa melihatku secara langsung di podium saat tanda kelulusan dipasangkan oleh Rektor. Tapi kau telah menghadap Allah, dan putrimu ini harus ikhlas dan mengerti. 
Ayah, meskipun kau tidak datang di hari kelulusanku. Tapi aku tau engkau melihatku dan tersenyum bahagia di surga sana. Ayah, aku berhasil. Aku telah berhasil menyelesaikannya. Aku telah berhasil memenuhi amanahmu untuk menjadi seorang sarjana. Bahkan nilai Tugas Akhirku sangat memuaskan. Bahkan juga index prestasiku berhasil cumlaude. Kau pasti bangga terhadaap putrimu ini kan yah.

Setiap hari aku belajar. Setiap hari aku berfokus pada studiku. Aku tak bisa mengecewakan ibu dan tentunya kau. Hingga aku mengabaikaan masa remajaku dimana anak-anak lain menikmati masa remaja dengan percintaan remaja. Tapi semua itu tidak bagiku. Bahkan akupun tidak memikirkan tentang kekasih. Hidupku hanya untuk ibu dan kau. Selagi aku masih sendiri tugasku ialah memaksimalkan baktiku kepada kalian. Dan lagi banyak cita-cita yang masih harus ku kejar. Ayah, tahukah kau?. Aku ingin menjadi sepertimu. Menjadi sosok yang jujur, pekerja keras, cerdas, dermawan dan berdedikasih tehadap pendidikan. Engkau juga sangat baik terhadap orang-orang. Bersedekah meski kita dalam keadaan kekurangan. Bekerja keras untuk mencapai sebuah keinginan.
Aku bangga mempunyai ayah sehebat dirimu. Ayah terhebat yang aku punya. Meski kau sudah tiada, tapi kau selalu ada dalam kenangan indah di dalam hatiku. Aku percaya, aku akan menjadi sosok yang sukses. Aku percaya aku akan menjadi sosok yang bisa dibanggakan. Dan aku juga akan tetap menjadi putrimu terbaik untukmu. Ayah, berjanjilah untuk tersenyum di surga. Setiap sedihku pasti  kaupun juga sedih. Setiap senangku pasti kaupun akan merasa senang. Ayah, berjanjilah untuk tidak mengkhawatirkanku. Aku akan bahagia untukmu. Aku juga akan berusaha menjaga dan membahagiakan ibu. Ayah.kelak akan ada laki-laki yang baik akan menjagaku dan melindungiku. Kelak akan ada laki-laki yang sangat mencintaiku dan menyayangiku ayah. Jadi tetapah tenang di surga. Tetaplah tersenyum di surga. Aku akan bahagia ayah. Aku akan bahagia untukmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bertindak Jujurlah, Ada Tuhan Mengawasi Kita

Mendidik Anak Sholat Berjamaah di Masjid

Lelah menjadi Lillah