Jauh Dimata Doa di Hati

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.

Dear calon imamku,
Tiap hari ujian bagiku. Ujian saat aku belum menemukanmu. Ujian itu datangnya bisa dari orang terdekat kita seperti teman kampus, sauara, kakak bahkan orang tuaku. Mereka mengatakan jika aku terlalu tinggi menetapkan standar untuk menjalin hubungan dengan seorang laki-laki. Itu semua tidak benar. Kau tahu?. Sejak aku berprinsip untuk tidak melakukan hubungan yang tak halal, aku tidak ingin membuka hati untuk sembarang orang. Bagiku, cinta sejati ialah cinta untuk pertama kalinya diberikan dan terakhir kali kepada seseorang yang dirihoi oleh Allah SWT. Maka dari itu sampai sekarang aku belum bisa membuka hati kepada siapapun itu meski beberapa orang ingin mendekat kepadaku.

Ada keyakinan yang tak bisa aku gambarkan. Keyakinan itu amatlah kuat sehingga saat mereka mendekat kepadaku. Aku membatasi dan menjaga jarak agar tak menyakiti mereka. Hatiku berkeyakinan kalau kau sedang menungguku di luar sana. Meskipun aku dan kamu belum bisa bertemu atau dipertemukan. Namun, aku sangat yakin suatu saat kita akan menjadi satu. Tugasku sekarang hanya berdoa sembari memantaskan diri. Sehingga saat kita bertemu. Pertemuan kita akan indah untuk dikenang. Ya, karena kita benar-benar telah siap.

Sesungguhnya kita masih menghaap kiblat yang sama, berada dilangit dan bumi yang sama. Maka aku yakin kau pasti sedang membaikkan diri. Tiap hari ku rayu Allah SWT supaya aku kelak dipertemukan dengan seseorang yang berkualitas. Baik kualitas agama, kecerasan maupun akhlaknya. Saat pertemuan kita maka jika  keyakinan dalam hatiku  telah mendapatkan ridho dari Allah SWT maka itulah yang dinamakan jodoh. Sesungguhnya aku ingin kelak kita menjadi jodoh dunia dan akhirat. Sesungguhnya aku berdoa kelak semoga kau mampu membangunkanku sebelum fajar untuk bersama-sama memanjatkan syukur kepada Allah karena kita telah dipertemukan.

Tahukah kau?. Sesungguhnya aku berdoa semoga kelak anak-anak kita akan didik dengan ilmu agama yang cukup. Sesungguhnya aku selalu berdoa semoga diriku ini mampu membaktikan seluruh hidupku kepaamu. Karena kau telah memilihku untuk mendampingimu dikala suka maupun duka. Aku berdoa semoga kau juga memikirkan hal yang sama denganku. Aku berdoa semoga kau selalu diberi kesehatan dan kesuksesan. Dan aku  berdoa semoga kamu selalu mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepadamu.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bertindak Jujurlah, Ada Tuhan Mengawasi Kita

Mendidik Anak Sholat Berjamaah di Masjid

Lelah menjadi Lillah