Jangan Menyerah
Haiii..
Kali ini aku mau cerita. Cerita yang mungkin biasa saja. Tapi sangat berarti bagiku. Bagaimana hidupku penuh dengan kenikmatan. Meskipun tetesan air mata tak terhidung berapa. Tapi aku tetap bersyukur atas segalanya. Ternyata Allah maha baik, Allah sangat sayang kepadaku. Mungkin Allah akan memberiku kesadaran. Bahwasanya di setiap kesedihan terselip pesan berharga yang berujung hikmah.
Berawal dari ayahku meninggalkan kami selamanya. Semua berubah, dari yang tadinya ada yang bisa dihandalkan. Tapi sekarang harus lebih mandiri. Ibuku memang tipe orang yang pekerja keras. Beliau tipe orang yang tak mau berdiam diri. Sehingga semua urusan dari mulai pendidikan sampai urusan rumah tangga semua ibuku yang handle. Setelah ayahku meninggal dunia, tiba-tiba beberpa kemudian kami diberi tahu bahwa rumah kami yang di brebes yaitu ruko ayah serta rumah mbah benu ( nama mbah kakung) terkena program penggusuran untuk jalan tol Brebes Exit. Dari situ alhamdulillah kami mendapat kompensasi sekaligus uang bagian ayah dari hasil warisan mbah Benu.
Kamipun terpksa pindah ke rumah yang di Tegal. Alhamdulillah memang dulu ayah sempat membeli rumah mbah putri yang di Tegal. Namun karna ayah tak terlalu suka di tegal sehingga tidak sempat ditinggali hanya di kontrakan. Setelah ayah meninggal kami semua pindah di rumah Tegal. Dan di situ semua terjawab betapa Allah maha penyayang lagi maha pengasih. Aku bisa di terima di SMA favorit yang dari dulu aku dambakan yaitu SMA N 1 Tegal. Aku banyak belajar di situ. Berbeda sekali dengan sekolah-sekolah yang di Desa. Walaupun aku tak bisa menjadi peringkat pertama seperti yang di SMP dulu. Tapi aku tetap bersyukur bisa belajar dan bersaing sehat dengan teman-teman yang kebanyakan berIQ tinggi. Meski lebih banyak usaha dan belajar. Tapi insyaa Allah ilmunya tak akan sia-sia.
Tiga tahun berlalu. Tak terasa masa SMA pun usai. Aku akan beralih ke tingkatan lebih tinggi yaitu perguruan tinggi. Sebelum kelulusan akupun mencoba di beberapa universitas negeri. Namun belum ada yang nyangkut. Aku memilih jurusan favorit dengan passing grade sangat tinggi. Mungkin kemampuanku tak menckupi untuk masuk ke jurusan tersebut dan di perguruan tinggi negeri favorit itu. Hingga suatu hari aku menemukan website UNPAS. Dan akupun sangat tertarik. Akupun mendaftar via website. Dan akhirnya aku mengikuti tes di Bandung. Kebetulan, di Bandung ada temen SMA ibu jadi aku bisa diantar oleh Pakdhe iman.
Sebelumnya aku sempat ditentang oleh kakak-kakakku tentang kuliah di Bandung. Katanya mahal lah biaya hidupnya, pergaulannya bebas. Ada yang ini itu. Kompleks alasannya. Hingga aku bersih keras tetap akan berkuliah di universitas swasta. Aku berkomitmen untuk tidak menghamburkan uang dan hidup penuh dengan keprihatinan. Hingga aku pernah berjualan catering. Memanfaatkan perlatan masak yang dihadiahkan oleh mbakku waktu ulang tahun ke 22 tahun. Membuatku bersemangat kuliah sambil memanfaatkan peluang.
Ini logo catring. Selama dua semester aku pernah jualan paket makan siang, sarapan dan pesenan nasi kuning buat teman-teman kuliah yang sedang ulang tahun. Tiap hari aku berjalan membawa tentengan tas besar isi nasi kotak untuk di jual. Kosanku lumayan jauh. Tapi aku tetap bersemangat. Karna aku tak ingin terlalu membebani ibu. Alhamdulillah lumayan bisa nambah-nambah ☺☺☺
Nah kalau ini sempet sama teteh kosan jualan kerudung online. Dan kebanyakan aku kirim ke semarang, purwokerto selain temen-temen UNPAS dan UPI aku juga menawarkan ke teman-teman SMA yang berkuliah di Semarang atau Purwokerto ☺☺☺
Sebelumnya aku juga pernah menjadi guru private anak-anak SD yang akan mengikuti UN. Inget banget betapa perjuangan itu aku jalani. Dari kulaih jam 7 pagi hingga pukul 4 sore dilanjut harus ngelesi anak-anak SD sampe malem dengan tak ada kendaraan pribadi. Tapi diatas semua itu aku banyak belajar bagaimana menjalani hidup. Di saat jam istirahat perkuliahan. Anak-anak lain bisa makan, browsing. Aku belajar untuk mengajarkan ke anak-anak SD itu dan membaut soal-soal. Alhamdulillah ya Allah tetap bersyukur.
Aku percaya, bahwasanya setiap perjuangan akan berbuah manis. Sebanyak apapun aku berusaha. Walau usaha pertama, kedua bahkan ketiga gagal. Pastinya di usaha lain akan berbuah manis. seperti semboyan MANJJADA WA JADDA. " Barang siapa yang bersungguh-sunggu, pasti akan berhasil". Mungkin saat ini jikalau Allah belum mengabulkan doaku. Bukan berarti Allah tidak sayang. Hanya saja Allah ingin melihat usaha ku lebih keras ☺☺☺
Tetap semangat. Allah selalu bersama orang-orang yang sabar ☺☺☺


Komentar
Posting Komentar